Apa kata ganti orang ketiga-tunggal-netral?

Maafkan saya jika anda jadi merasa aneh ketika membaca judul di atas. Tetap susah menemukan terjemahannya.🙂 Sebenarnya saya mau sharing tentang “Gender Neutral Pronoun” untuk orang ketiga. Orang pertama tentu ‘I’ dan orang kedua ‘You’, tidak penting jenis kelaminnya (gender) karena 2 orang tersebut saling berhadapan ato lewat media. Bagaimana jika orang ketiga?

Coba bayangkan begini. Anda bekerja seorang sekretaris di perusahaan multinasional dan diminta atasan anda untuk membuat undangan rapat. Sebagai orang baru, anda tidak mengenal orang2 yang dalam daftar undangan bos. Berarti (mungkin) anda tidak mengetahui gender dari orang2 tersebut. Misalnya anda meminta konfirmasi dari rekan dari orang yang anda undang (anggap saja nama panggilnya Pat), “Mam, will he coming to the meeting?”. Ketika itu, bayangan yg terlintas adalah Pat = Patrick, karakter bintang laut pink dalam kartun Sponge Bob. Ternyata, “Sorry, miss. Mrs. Patricia will not come to the meeting due to maternity leave”. Uppss… untung cuma nanya temennya. :p

Kata ganti orang ketiga tunggal – netral adalah yang paling aman untuk diucapkan demi menghindari kekonyolan dalam situasi di atas. Tapi sebenarnya adakah kata tersebut?

He/She
Sewaktu isu kesetaraan gender belum mengemuka, maka ‘he’ digunakan untuk mendeskripsikan kondisi tersebut. Ini bawaan dari middle ages. ‘He’ dianggap equal dengan ‘human’ (manusia), ‘man’ (manusia). ‘He’ dianggap mewakili manusia pada umumnya. Contoh ungkapan berikut ini

“All men are created equal.” (Thomas Jefferson pada Declaration of Independence, 1776)
“One small step for a man, one giant leap for mankind.” (Neil Armstrong, Apollo 11, 1969)

Lebih khusus lagi, ‘He’ ato ‘She’ digunakan untuk mewakili grup manusia yang identik dengan gendernya. Contoh:

A secretary should keep her temper in check. (secretary dianggap identik dengan female).
A janitor should respect and listen to his employers. (janitor diidentikkan dengan male).
Every plumber has his own tools. (plumber diidentikkan dengan male).

Sekarang ketika isu kesetaraan gender mengemuka, kata2 di atas jadi sensitif dan perlu diambil jalan tengahnya. Dalam dunia jurnalistik modern, hal2 seperti ini diusahkan untuk dihindari.

It
Ini satu2nya third person-singular, tapi tetap tidak tepat jika digunakan pada orang. Sewaktu saya pertama belajar bahasa Inggris, “It” benar2 ditanamkan ke otak oleh guru saya bahwa dia kata pengganti benda. Tidak pernah satu kali pun, saya pernah diajari ‘it’ untuk menunjuk orang. Seperti saya pernah tulis di sini, “it” merefer pada benda, obyek mati. Janin dalam kandungan yang belum diketahui kelaminnya, masih bisa menggunakan ‘it’. Selain daripada itu, penggunaan ‘it’ pada manusia dianggap merendahkan obyek, ofensif, dan melanggar HAM.

They dan One
‘They’ yang kita kenal adalah third person plural pronoun. Tapi, ‘they’ dianggap netral untuk digunakan sebagai singular. ‘One’ juga bisa digunakan, walaupun penggunaannya jarang saya dengar. Beberapa literatur di internet mengatakan hal tersebut. Saya sendiri lebih suka they.

Ne
Dr. Al Lippart, yang jelas bukan ahli bahasa, malah mengusulkan kata baru Ne. Boleh dibaca lebih lanjut di sini. Ternyata diamini juga oleh Roberta J Morris, praktisi hukum dan blogger, di sini. Anda yang seorang linguist boleh mengulas hal ini lebih lanjut dan sharing di kolom komentar.

sumber :http://ngenglishyuk.blogspot.com/2011/06/apa-kata-ganti-orang-ketiga-tunggal.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: